Kemaluan Ditendang Lawan, Pertandingan di Uruguay Rusuh

Mrbola – Laga persahabatan antara dua klub raksasa Uruguay, Penarol melawan Nacional, berakhir rusuh, hari Selasa 21 Januari 2014. Bermula dari tindakan striker Penarol, Carlos Nunez, yang menendang kemaluan bek Nacional, Guillermo de los Santos.

Dan sebelum bergulirnya Liga Uruguay, kedua tim yakni Penarol dan Nacional melakoni laga persahabatan pramusim di Stadion Centenario, Montevideo. Diketahui pertemuan kedua klub memang selalu berlangsung panas. Penarol melawan Nacional merupakan laga derby tertua di dunia setelah derby di Britania Raya.

Berlaga di kandang lawan, Nacional justru mampu unggul lebih dulu pada menit ke-58 melalui penalti Ivan Alonso. Dan tertinggal satu gol, Penarol berusaha keras untuk menyamakan kedudukan. Sayangnya, tim besutan Jorge Goncalves itu dibuat frustrasi membongkar pertahanan Nacional.

Pemain Penarol pun mulai bermain kasar. Puncaknya, Nunez menendang kemaluan Santos pada menit ke-78. Ketika wasit berupaya menenangkan Nunez dan Santos, pemain dari kedua klub justru terlibat baku hantam. Selanjutnya para pemain cadangan dan staf pelatih kedua klub akhirnya ikut terlibat dalam kerusuhan.

Bek Nacional, Pablo Alvarez, bahkan harus terkapar di lapangan setelah dipukul striker Penarol, Fabian Estoyanoff, di bagian rahang. Padahal, Alvarez hanya berusaha melerai Estoyanoff dengan pemain Nacional yang adu argumen.

Kerusuhan antarpemain berlangsung sekitar 10 menit. Wasit kemudian mengeluarkan empat kartu merah, dua untuk pemain Penarol dan dua untuk Nacional.

Kerusuhan tersebut dipastikan berbuntut panjang. Sebab, Menteri Olahraga Uruguay, Lilian Kechichian, meminta polisi untuk menyelidiki insiden memalukan tersebut.

Ada 5 pemain Nacional, Santiago Garcia, Leonardo Burian, Ignacio Gonzalez, Darwin Torres dan Diego Arismendi dipanggil polisi untuk dimintai keterangan. Sementara dari kubu Penarol ada Estoyanoff, Nunez, Jorge Rodriguez dan Jonathan Sandoval.

Kechichian meminta polisi untuk tidak pandang bulu. Para pemain yang dinyatakan bersalah harus dijebloskan ke penjara. Kechichian juga meminta kedua klub untuk memberi hukuman kepada pemain yang terlibat.

“Ini benar-benar memalukan. Ini sangat mengkhawatirkan, karena pemain sudah memberi citra yang buruk,” ujarnya kepada El Pais.

 

You may also like...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *